Sebuah Perjalanan Belajar untuk Ananda

Sebuah Perjalanan Belajar untuk Para Adinda dan Ananda Mafaza

Sejak istri terkonfirmasi mengandung, syukur Bahagia tidak terhingga pastinya reaksi saya sebagai calon Ayah. Namun, tidak bisa dipungkiri ada rasa takut dengan bayang-bayang pertanyaan dalam hati “Tauladan baik kapa yang bisa saya contohkan untuk Ananda?”

Untuk urusan Shalat smpai saat ini masih yang wajib-wajib aja, itu juga masih bolong ke masjidnya. Apalagi lahirnya pas pandemic jadi makin kuat dukungan alas an untuk shalat cepat di rumah aja.

Untuk urusan Sedekah, untuk kosisten berbagi setiap hari aja belum bisa, jadi belum bisa dibanggakan lah.

Apa ya kira-kira?

Barulah terpikir, saat usia Ananda dalam kandungan masuk bulan ke-empat, ingin rasanya memberi model kepada Ananda tentang semangat belajar. Apapun kondisinya, kita harus terus semangat belajar. Miskin sibuk apapun itu teatap tidak bisa dijadikan alsan untuk malas belajar.

Alhamdulillah, tepat di bulan Oktober 2021 sengaja mengajak Ananda yang masih da dalam kandungan Bundanya, untuk cari kampus yang dekat rumah, yang jam kuliahnya tidak begitu mengganggu jam kerja. Alhamdulillah ada rejekinya lgsg test dan diterima untuk bergabung di salah satu Sekolah Pascasarjana di Jakarta.

(Hal yang sama saya lakukan di tahun 2004 saat berkeliling mencari kampus  yang murah dan bisa belajar di malam hari, tujuan utamanya bukan karir waktu itu, tapi menjadi acuan untuk ke enam adik saya yang secara nominal penghasialn oragtua mendekati kemustahilan untuk menyekolahkan ke tujuh anaknya. Dan Alhamdulillah atas izin allah sampai saat ini orngtua kami yang SD saja tidak lulus dengan profesi terahir sebagai Sopir Taxi sudah memiliki dua Master Degree, Satu Sarjana, dua mahasiswa aktif dan dua penghafal Quran)

Sejak kuliah S1 entah kenapa saya memilih kelas malam atau akhir pekan dengan harapan tetap bisa berkarya optimal dalam pekerjaan. Karena sampai saat ini saya masih meyakini efektivitas  pembelajaran di kampus masih belum bisa mengalahkan pembelajaran yang kita dapat di lungkungan kerja.

Kembali ke perjalanan belajar untuk Ananda Mafaza, Oktober 2019 mendampingi Ayahnya mendaftar kuliah, dan alhamdulillah di penghujung Juli 2021 ananda berkesempatan mendampingi Ayah sidang tesis untuk gelas Magister Manajemen dengan membahas isu SDM yang saat ini Ayah sedang pelajari.

Kenapa saya tulsikan ini sebagai perjalanan belajar untuk Ananda?. Karena saya punya harapan Ananda kelak termotivasi dan berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman belajar jauh lebih baik dan tinggi dari Ayahnya. Meski tingginya Pendidikan menjadi patokan kesuksesan dan kebermanfaatan, setidaknya sebagai orangtua saya punya doa dan keyakinan bahwa belajar sebanyak-banyaknya banyak hal akan memperkaya wawasan dan membuatnya lebih bijak dalam bertindak sebagai makhluk Tuhan.

I dedicate this piece of small achievement for you, Dear Muhammad Ameerul Mafaza.

Jakarta,  Agustus 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *