Apa itu Sekolah Menyenangkan?

Sepuluh tahun menekuni dunia sekolah dengan mengajar di beberapa sekolah, dari mulai tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga SMA, akhirnya saya memutuskan menikmati hadiah Allah SWT yang diberikan kepada saya, karena semakin saya menyadari bahwa profesi yang saya jalani ini begitu MENYENANGKAN.

Rasa Senang, Bahagia dan Bangga itu baru benar-benar muncul saat saya mendapat kesempatan mengajar di Sekolah Alam pada tahun 2009. Mulai saat itu saya semakin menyatu dengan aktifitas saya menjadi seorang guru, atau kami di Sekolah Alam terbiasa dengan istilah FASILITATOR dengan mengaplikasikan dan mengembangkan konsep SEKOLAH MENYENANGKAN.

Seperti apa sih Sekolah Menyenangkan itu?, Berikut saya ambil definisi dan karakteristik Sekolah Menyenangkan yang di paparka oleh Bung Surya Suryanto yang sejalan dengan pemikiran saya.

 

A. Pengertian

Senang berarti perasaan puas, lega, tidak kecewa ataupun susah. Dengan demikian, sekolah menye­nang­kan dapat diartikan sebagai sekolah yang mampu membuat semua warga sekolah senang, puas, lega akan situasi sekolah. Sekolah menyenangkan tidak hanya tertuju pada upaya bagaimana membuat peserta didik betah ke sekolah, namun juga menyenangkan bagi guru, tenaga kependidikan, bahkan orang tua peserta didik.

Pada prinsipnya konsep sekolah menyenangkan merupakan perpaduan dari konsep sekolah sehat, amat, dan ramah anak. Mengapa demikian? Karena ketika prinsip-prinsip sekolah sehat, aman, dan ramah anak sudah terpenuhi, maka secara otomatis sekolah tersebut menjadi menyenangkan bagi peserta didik, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan warga sekitar sekolah.

Dengan begitu, sekolah menyenangkan menjadi tempat terbaik bagi setiap warga sekolah untuk mengeks­presikan bakat, minat, dan prestasi yang dimilikinya, bukan menjadi tempat yang mengasingkan. Mereka pun menjadi bagian dari sekolah itu karena sekolah memberi ruang bagi perkembangan warga sekolah, terutama peserta didik.  sehingga mereka tidak terasing dari sekolah tersebut.

B. Standar Sekolah Menyenangkan

  1. Guru menikmati mendidik di sekolah
  2. Siswa tertantang dengan kegiatan kegiatan di sekolah
  3. Siswa mengembangkan kompetensi, tidak hanya mendapat nilai tinggi semata
  4. Siswa mempelajari ketrampilan dan tidak hanya fakta-fakta ketrampilan
  5. Nilai-nilai moral menjadi fokus dan diteladankan oleh setiap anggota komunitas sekolah
  6. Cukup atmosfer inklusif dimana semua siswa dihargai berdasar jati diri mereka dan apa yang mereka bisa
  7. Isu-isu penting bullying dan sebagai aspek sosial dan emosional lain dalam kehidupan sekolah di diskusikan secara terbuka dan positif
  8. Kemampuan untuk berfikir sendiri didorong dan dikembangkan bagi seluruh siswa
  9. Sekolah memiliki unsur kesenangan dan keriangan
  10. Aspek-aspek seperti ingin tahu, kekaguman, keberanian, kegigihan dan ketahanan didorong dan disambut secara aktif
  11. Guru terbuka terhadap ide-ide baru dan tertarik melakukan berbagai kegiatan bersama
  12. Sekolah mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan dan pembelajaran
  13. Sekolah mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia tehnologi pendidikan
  14. Harapan yang tinggi juga di sematkan kepada para guru dan pengelola sekolah, seperti juga disematkan kepada para siswa.
  15. Kepala Sekolah “terlihat” dan mudah diajak berinteraksi.
  16. Siswa disadarkan bahwa mengeluarkan yang terbaik dari diri sendiri tidak harus berarti menjadi lebih baik dari orang lain.
  17. Sekolah terbuka hal-hal diluar dugaan (yang positif).
  18. Siswa diajak berfikir tentang, berinteraksi dengan, dan berusaha berkontribusi pada kehidupan di luar dinding sekolah.
  19. Sekolah sadar bahwa pembelajaran adalah sesuatu yang bisa dilakukan siswa kapanpun, dimanapun dan hanya sebagian yang perlu dilakukan di dinding sekolah.
  20. Komunitas sekolah terbentang sampai keluar dinding sekolah (melibatkan masyarakat).
  21. Proses belajar mengajar di dalam sekolah memasukkan berbagai fariasi kemungkinan dan kesempatan pembelajaran.
  22. Siswa diberi kesempatan untuk bertanggung jawab terhadab sesuatu dan untuk mengambil keputusan yang berdampak penting.
  23. Hasil pembelajaran yang didapatkan cukup sebagai bekal siswa untuk melangkah kefase hidup berikutnya.
  24. Resepsionis, Guru, Petugas Kebersihan dan seluruh staf sekolah tersenyum terhadap orang tua dan pengunjung sekolah.
  25. Semua warga sekolah ( siswa, guru, kepala sekolah, admin, dan ortu) terlibat aktif dalam program sekolah

 

C. Kegiatan untuk Mencapai Sekolah Menyenangkan

Prinsip sekolah menyenangkan adalah rasa betah di seko­lah. Rasa betah ini tidak hanya dialami oleh siswa tetapi juga seluruh warga sekolah. Mengapa demikian? Karena antara sesama warga sekolah telah terjalin ikatan emosional yang saling membutuhkan satu sama lainnya.

Sekolah menyenangkan juga merupakan klimaks dari perpaduan sekolah sehat, aman, dan ramah anak. Artinya, ketika kegiatan-kegiatan sekolah sehat, aman, dan ramah anak telah terlaksana dengan baik, maka secara otomatis sekolah menjadi menyenangkan. Untuk membuat sekolah tetap menyenangkan, beberapa kegiatan yang didapat dilakukan, seperti:

  1. Memetakkan kebutuhan siswa dan warga sekolah lainnya;
  2. Memetakkan jenis kecerdasan siswa, sehingga mempermudah guru dalam memahami perkem­bangan siswa;
  3. Merancang lingkungan sekolah yang indah, hijau, bersih sebagai ruang publik siswa;
  4. Merancang metode dan kurikulum pembelajaran yang tidak membosankan, variatif, dialogis; dan inspiratif, dilengkapi game, gambar, video, dan media pembejaran lainnya;
  5. Merancang program kerja kegiatan ekstrakulikuler yang didasarkan pada kebutuhan siswa;
  6. Merancang kerjasama yang baik dan menguntungkan dengan masyarakat ataupun lembaga-lembaga luar sekolah yang didasarkan pada kebutuhan sekolah dan perbaikan mutu sekolah;
  7. Merancang bentuk-bentuk pelatihan guru dan tenaga kependidikan yang terfokus pada upaya membentuk sekolah yang menyenangkan;
  8. Merancang desain ruang kelas yang variatif, tidak membosankan, dan disukai siswa dan warga sekolah;
  9. Mengajak partisiapasi masyarakat sekitar sekolah untuk bersama-sama mengoptimalkan peran sekolah sebagai tempat menyenangkan dalam mendidik anak;
  10. Mengoptimalkan kegiatan sekolah sehat;
  11. Mengoptimalkan kegiatan sekolah aman;
  12. Mengoptimalkan kegiatan sekolah ramah anak;

 

Nah, Kalau kareteristik di atas sudah tergabar di sekolah kita, berarti sekolah kita sudah termasuk sekolah yang menyenangkan. Nah, kalau masih ada yang belum bisa terealisasikan, yuk belajar bersama untuk mewujudkan pendidikan di Indonesia pendidikan yang menyenangkan.

 

Cikeas, 22 Maret 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *