Apa Susahnya Menjadi Guru TK?

January 14, 2020 253 0 0

Banyak guru TK yang bilang menjadi guru TK itu gampang-gampang susah, bener nggak sih?

Daripada menebak-nebak mending kita dengar langsung cerita dari Pak guru yang sudah pernah merasakan mengajar di  kelas TK, SD, SMP, SMA dan pernah juga mengajar mahasiswa.

Bukankah mengjar TK itu mudah? Kan pelajarannya cuma gitu-gitu aja, palingan belajar ngitung, belajar nulis, nganterin anak ke kamar mandi, ngajarin anak makan yang baik, ngajarin anak lompat-lompat, ngajarin mewarnai, yaa gitu-gitu aja lah pokonamah.

Berbeda dengan mengajar anak SMP-SMA, musti nguasain banget bidang tertentu, kalau ngajar Matematika udah harus ngajarin aljabar, algoritma dan seterusnya. Guru Fisika musti menguasai ilmu gaya, zat kimia, senyawa dan selanjutnya. Apalagi kalau guru bahasa Indonesia, musti ngajarin anak baca berlembar-lembar  untuk sekedar menemukan paragraf utama. Belum lagi bikin pantun, sajak dan yg lainnya. Yang jelas kasapmata dan memang faktanya kalau urusan pelajaran yg terkaitan dengan logic dan pengetahuan semakin tinggi pasti semakin sewwuulittt pastinya.

Trus apa susahnya menjadi guru TK?

Jujur nih ya, ndak pakai ditambahin apalagi dikurngin, setelah merasakan mengajar hampir di semua level, kalau  ditanya “Lebih susah  mana ngejarin anak SMA apa anak TK?”, Jawabannya adalah keduanya punya sisi mudah dan sisi susahnya. Keduanya banyak asyiknya dan banyak pula tantangannya yang musti kita lewati kalau kita bener-bener mau jadi profesional dan give the best buat anak-anak kita. 

Nah, satu aja yang mau tak sharing about one thing so challenging saat menjadi guru TK. What’s that?

Jujur belajar bareng anak-anak remaja itu asyik, sudah bisa diajak ngobrol, proses belajar bisa lebih fleksibel, sudah ndak perlu pakai suara kencang, pokona mah santuy. Dan ternyata ngajar TK itu ndak kalah asyik dan menyenangkan. Saat awal-awal ngajar anak TK, tahun 2009 tepatnya, sempet jet lag berkepanjangan karena sebelumnya lebih sering mengajar anak-anak remaja yang pola dan gaya bicara jauh berbedanya.

Baru juga masuk keas, ada satu anak yang menghampiri dengan sekedar bilnag “Pak Fadhil, tempat minumku baru dooong…”, and you know what, dari situlah tantangan demi tantangan muncul setiap kali ngajar anak TK. Meski sudah sejak sepuluh tahun lebih ngajar anak-anak TK, selalu merasa kekurangan jurus agar tetap menjadi teman bermain yang baik buat mereka.

Satu yang terus saya pelajari dari mereka yaitu, LEPAAAASSSSS,,,, Lepas semua perasaan untuk  terus terlihat berwibawa, lepas perasaan malu atau takut terlihat jelek, aneh dan sebagainya. Seperti saat memulai semester baru di tahun 2020 ini, Agar anak-anak mendapat experience dan kesan yang mendalam bersama guru-gurunya pada saat hari pertama bersekolah.

So, ketika ada yang bertanya apa susahnya menjadi guru TK, yaps jawabannya sederhana, susahnya karena kita harus masuk ke dunia mereka, yang rentang usianya sangat jauh berbeda dan itu sudah pasti perlu pemanasan dan latihan extra pastinya.

 

 

Categories: dunia paud, joyful school, sekolah menyenangkan
share TWEET PIN IT SHARE share
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *