Mendikbud Nadiem Serukan Konsep Bermain dalam Belajar

November 28, 2019 544 0 0

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menekankan pentingnya penguatan karakter pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurut Nadiem, sering sekali PAUD hanya menjadi titipan anak, padahal pendidikan usia dini penting untuk melatih anak belajar dari bermain. Jakarta, Beritasatu.com

“Konsep bermain dan belajar itulah yang sebenarnya membentuk murid-murid ini, mengenalkan cara berkolaborasi, cara menemukan kreativitas serta cinta sekolah, dan cinta belajar. Jadi yang penting itu bukan cepat ngitung, cepat nulis, cepat membaca. Yang terpenting adalah kesenangan murid, berpartisipasi di dalam aktivitas-aktivitas sekolah, bermain, berinteraksi sesama murid dan dia mengetahui bagaimana harus bersikap, dengan anak-anak lain, dan dengan orang dewasa,” terang Nadiem pada kegiatan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2019 dengan yang bertemakan; Memantapkan Peran Bunda PAUD Menuju PAUD Berkualitas” di Balai Kartini, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Sejalan dengan  salah satu prinsip yang saya tuliskan dalam buku Sekolah Menyenangkan yaitu yaitu, “Siswa lebih mudah menyerap pelajaran dalam kondisi senang

Dalam aplikasi sehari-hari di kelas, seringkali kita menemukan  siswa yang tidak dapat memahami materi yang diajarkan oleh guru yang sebenarnya bukanlah kapasitas atau kompetensi siswa itu sendiri, melainkan motivasi atau minat belajar yang rendah. Rendahnya minat belajar muncul karena suasana yang tidak menyenangkan bagi diri siswa. Faktor itulah yang mengakibatkan otak siswa tidak dapat menyerap setiap materi yang disampaikan. Oleh karenanya, desain suasana pembelajaran yang menyenangkan adalah solusi untuk masalah tersebut.

Jika proses belajar diawali dengan kegiatan yang menyenangkan, di mana guru memastikan siswa dalam kondisi perasaan yang senang dan nyaman, siswa akan jauh lebih
menikmati proses belajar. Sudah pasti, hal tersebut akan berpengaruh pada optimalisasi hasil belajar siswa.

Ketika siswa rileks secara mental, maka seluruh badan juga rileks. Hal ini akan meningkatkan volume darah dan oksigen ke otak yang menyebabkan diri anak menjadi lebih peka dan perhatian. Kedua hal ini berkontribusi dalam belajar dan mengingat juga mampu menciptakan perasaan semangat dan atau bahagia dalam proses belajar. Ketika siswa dalam kondisi tidak senang maka otaknya tertutup dan menyebabkan apa yang disampaikan oleh guru tidak dapat masuk ke otak/memori siswa secara optimal.

Empat tahun yang lalu, Pak Anies Baswedan sewaktu menjabat sebagai Menteri Pendidikan juga beberapa kali menyerukan kepada seluruh stakeholders sekolah untuk dapat  menghadirkan proses belajar yang menyenangkan.  “Sekolah menyenangkan adalah sekolah dimana semua ikut terlibaat, baik guru, siswa maupun orangtua ikut mendukung pembelajaran  bersama dan menjadi tauladan bagi komunitasnya.”, Ujarnya. Beliau menambahkan,” Sekolah menyenangkan adalah sekolah yang memberikan pembeajaran bermkna, bermanfaat, dan relevan dengan kehidupan serta kebutuhan masyarakat. Sekolah menyenangkan bukanlah sekoah tanpa tantangan. melainkan justru  sekolah yang memberikan ragam pilihan dan tingkatan tantangan kepada guru dan sswa.”.

Hal itu sejalan dengan apa yang telah dilakukan di Sekolah Alam Cikeas sejak tahun 2006 dan terus dimodifikasi serta terus melakukan perbaikan-perbaikan dengan tujuan sekolah melalui para fasilitator dapat terus menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan.

Buku berjudul “Sekolah Menyenangkan” yang saya tulis dan telah diterbitkan oleh penerbit Yayasan Bhakti Suratto merupakan intisari pengALAMan kami selama kurang lebih dari sepuluh tahun di sekolah alam. Buku tersebut memandu para guru dan pimpinan sekolah untuk dapat merancang program-program pembelajaran yang terintegrasi dan tentunya menynangkan untuk semuanya. (Numpang Iklan), Nah, bagi yang berminat memiliki buku tersebut, silahkan pesan lengsung ke penerbit YBS di no WA 085299520827.

Nah, untuk bisa menghadirkan pembelajaran-pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menantang untuk anak-anak jaman NOW yang sudah melek digital, buku terbaru saya yang berjudul Transformational Teaching bisa menjadi referensi Bapk-Ibu Guru dan Pimpinan sekolah untuk bisa menerapkan program-program yang asyik dan menentang melalui pendekatan teknologi dan kolaborasi. Yang minat (Iklan lagi), segera hubungi admin di WA 081584278077 (fadza), dapatkan harga khusus bagi anda yang masih aktif mengajar di Indonesia.

Mari bersama kita dukung program pemerintah melalui trobosan-trobosan baru Bang Menteri Nadiem. Apalagi katanya denger-denger, rumornya tahun ini Ujian Nasional akan dihapus, WOW?….   Kita bahas di tulisan berikutnya aja ya.

Sampai jumpa dan terimakasih.

Tags: joyful school, joyful school trainer, sekolah asyik, sekolah menyenangkan, trainer sekolah menyenangkan, transformational teaching Categories: dunia paud, joyful school, sekolah menyenangkan, sekolah terbaik, trainer guru, transformational teaching
share TWEET PIN IT SHARE share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *