Apa Saja yang Dipelajari di TK?

6 Aspek yang di pelajari di TK

Merujuk pada kurikulum terbaru yang telah disahkan dan diterapkan di Taman Kanak-Kanak, ada 6 aspek lingkup perkembangan yang dipelajari di TK. Seperti yang tertuang dalam permendikbud nomor 137 tahun 2014 tentang https://www.duniapaud.com/mengenal-8-standar-pendidikan-paud/  yaitu:

  • Nilai Agama dan Moral
  • Fisik-motorik
  • Kognitif
  • Bahasa
  • Sosial-emosional, dan
  • Seni

Keenam aspek tersebut seyogyanya bisa dipelajari secara bersamaan dengan mengintegrasikannya ke dalam tema pembelajaran yang ditentukan. Adapun gambaran kegiatan Kemampuan motorik diantaranya:

Nilai Agama dan Moral

Dalam aspek perkembangan agama dan moral anak-anak biasanya akan banyak dikenalkan dengan kegiatan-kegiatan seperti membaca doa-doa harian, latihan wudhu, shalat dan yang lainnya yang berkaitan dengan pengenalan terhadap sang Pencipta. Membacakan buku-buku cerita juga cukup efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan seperti, berterima kasih, meminta maaf, meminta tolong, dan nilai-nilai yang lain sesuai dengan target yang ingin dicapai.

Kegiatan lain yang dapat dilakukan di TK untuk mengajarkan nilai kebaikan atau moral adalah dengan cara menonton film atau dengan role play, latihan drama sederhana yang nantinya guru bisa membagi peran dan penokohan sesuai dengan kreatifitas dan kebutuhan serta kemampuan belajar siswa.

Fisik-motorik

Pada aspek ini kegiatan dapat dibagi menjadi dua aspek lagi yaitu; Motorik kasar dan Motorik halus.

  • Motorik Kasar yaitu gerakan yang dilakukan oleh otot-otot besar, aktivitas yang dapat dilakukan adalah:  berjalan lurus, berjalan mengikuti pola berliku, berjalan menyamping, berlari lurus, berlari mengikuti pola berliku, melompat dengan dua kaki, melompati rintangan, menaiki tangga, menuruni tangga, bergantung dengan dua tangan dan satu tangan, berayun dengan satu dan dua tangan, menendang, mendorong bola, menarik, mendorong benda dengan jari tangan / telapak kaki. Di TK Sekolah Alam Cikeas www.sacikeas.com , kami memfasilitasi anak-anak untuk melatih motorik kasar sekaligus menanamkan nilai kepemimpinan dengan cara menghadirkan kegiatan pembelajaran outbound di setiap minggunya. Kegiatan outbound bisa divariasikan dengan: permainan, melewati instalasi outbound, baik yang low risk maupun high risk, trekking, dan ragam kegiatan lainnya. 
  • Motorik Halus adalah gerakan yang dilakukan oleh otot-otot kecil, aktivitas yang dapat dilakukan adalah:  menggunting, menempel, meronce, merobek, menyusun balok menjadi suatu bentuk yang representatif, menggambar, mewarnai, menulis, membuat tali simpul → bisa dengan latihan mengikat tali sepatu sendiri,  membantu mewarni, menggunting, menempel dan memasang display dari hasil karya mereka masing-masing.

Kognitif

Perkembangan kognisi anak datang melalui gerakan. Proses belajar mempunyai tiga bagian: otak, indera dan otot, dimana ketiganya saling bekerjasama dalam pembelajaran. Perkembangan kognisi meliputi perkembangan kemampuan untuk menalar, mengingat, merencanakan sesuatu hal dan memecahkan masalah Pada usia pra sekolah, anak diharapkan menguasai berbagai konsep seperti warna,ukuran, bentuk, arah, posisi, besaran sebagai landasan untuk belajar menulis, bahasa, matematika dan ilmu pengetahuan lain. Kegiatannya dapat berupa pengenalan, mengurutkan, mengelompokkan.

Di TK Sekolah Alam Cikeas, guru bisa mengajarkan kognisi pada anak melalui pemanfaatan media alam. Seperti yang terlihat dalam gambar,  anak sedang melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman mereka, dengan cara menghitung daun dari beberapa tanaman, menggambarnya dalam lembar kerja, kemudian menyimpulkan tanaman mana yang memiliki jumlah daun lebih banyak.

Bahasa

Kemampuan menggunakan bahasa dan berbicara merupakan peran utama yang penting dalam perkembangan intelektual anak. Kemampuan berbicara memenuhi kebutuhan penting lainnya dalam kehidupan anak, yakni kebutuhan untuk menjadi bagian dari kelompok sosial.

Seacara urutan, tangga pembelajaran habasa meliputi pengenalan huruf, suku kata, kata, kalimat dan makna. Untuk melatih kesemuanya itu, guru dapat memvariasikan kegiatan belajar dengan: bercerita, embacakan buku, membuat kartu huruf, mengajak diskusi, bertanya dan memberikan kesematan anak untuk bertanya. Buku adalah salah satu media yang dapat digunakan untuk menambah kemampuan bahasa anak. Selain buku, guru bisa mengajak anak untuk nonton film sederhana yang mengandung percakapan yang sederhana yang sesuai dengan target yang ingin diraih di kelas masing-masing.

Di TK Sekolah Alam Cikeas, anak mendapat kesempatan sekaigus tantangan untuk berinteraksi lebih, tidak hanya dengan guru dan teman-temannya di kelas, akan tetapi dengan semua warga di sekolah. seperti yang terlihat pada foto di bawah ini.

Menawarkan Tanaman Terarium hasil karyanya kepada warga sekolah

Sosial-emosional

Perkembangan emosi dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak, semakin baik emsoinal anak maka akan semakin baik pula kemampuan berinteraksinya dengan teman-temannya. Sebaliknya, emosi yang belum terarah akan dapat mengganggu interaksi dengan teman-temannya, dalam hal ini ego yang masih sering muncul, sehingga cenderung semaunya dan masih susah mengikuti aturan.

Di TK hal ini menjadi sangat penting untuk diajarkan, ini bsa jadi merupakan fase awal mereka belajar menahan diri, belajar manahan ego, dan belajar untuk memahami peraturan. Dan untuk membangun kesemuanya itu perlu ketekunan dan ketelatenan serta konsistensi para guru TK dalam mendampingi perkembangan anak didiknya.

Di TK Sekolah Alam Cikeas anak-anak biasa diajarkan untuk antre setiap kali sebelum melakkan aktifitas. Aktifitas ini bertujuan untuk melatih kesabaran dan saling menghargai sesama teman. Selain itu aktifitas ini derancang untuk melatih jiwa kepemimpinan, karena siswa akan mendapat giliran untuk memimpin dan memastikan semua berbaris rapih sebelum kegiatan dimulai, sebaliknya ketika dipimpin mereka akan belajar tentang menghargai dan mengikuti instruksi dari temannya yang sedang memimpin.  Anak-anak akan dalam kesehariannya melakukan kegiatan secara kelompok, berpasangan dan berkelompok, dengan tujuan untuk membangun kemampuan berinteraksi dan kesadaran untuk saling membantu dan saling mengerti.

Seni

Kelima aspek yang sudah kita bahas sebelumnya; Agama, Motorik, Kognitif, Bahasa, dan Sosial dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan atau aspek perkembangan seni anak. Namun Seni memiliki aspek yang cukup luas, oleh karenanya ada pembahasan dan ruang khusus untuk mempelajarinya Seni sejak level TK.

Seni dalam TK biasanya dimulai dengan pengenalan warna yang akan digunakan untuk pemilihan warna dalam kegiatan menggambar. Kemudian anak juga akan belajar Seni suara yang sangat erat irisannya dengan kebahasaan. Kejelasan mengucapkan diksi-diksi dengan mengikuti irama nada merupakan aspek seni juga. Seni gerak juga sudah mulai dilatih di TK, erat irisannya dengan motorik, anak sudah bisa diajarkan mengikuti gerakan-gerakan tertentu menyesuaikan dengan ketukan atau mengikuti contoh yang ada.

Di TK Sekolah Alam Cikeas ada program yang kamis sebut dengan Friday Assembly, dimana setiap kelas akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan sebuah pertunjukan yang diintegrasikan dengan pembelajaran di kelas. Kegiatan ini dilakukan setiap hari Jumat di jam 09.00-10.00, siswa yang mendapat giliran akan tampil di panggung seperti (tari, menari, darama dan sejenisnya) kemudian kelasyang lain menjadi penonton.

Selain melatih ketrampilan seni anak, kegiatan ini  juga dapat melatih percaya diri sekaligus memfasilitasi perkembangan bakat anak, seperti yang tertuang dalam tulisan saya sebelumnya di http://www.masfadhil.com/2019/09/24/sekolah-alam-cikeas-ajarkan-percaya-diri-gali-bakat-anak-melalui-kegiatan-friday-assembly/.

Tags: joyful school, joyful school trainer, mengajar menyenangkan, sekolah menyenangkan Categories: dunai paud, education, sekolah menyenangkan, trainer guru, transformational teaching
share TWEET PIN IT SHARE share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *