Sekolah Alam Cikeas Ajarkan Percaya Diri & Gali Bakat Anak melalui kegiatan ‘Friday Assembly’

Salah satu tempat favorit di Sekolah Alam Cikeas  adalah Amphitheatre, sebuah panggung alam dengan desain ramah lingkungan yang dikelilingi pepohonan serta memiliki latar sawah yang hijau membentang. Disitulah tempat anak-anak unjuk kreasi dan potensi di depan guru dan siswa lain serta orangtua maupun tamu dari luar sekolah.

Setiap Jumat jam 09.00-10.00, Amphitheatre selalu ramai dengan variasi pertunjukan oleh dan untuk para siswa.  Amphitheatre juga dimanfaatkan untuk event atau kegiatan yang lebih besar seperti Pentas Akhir Tahun, Graduation, Book Fair, Cikeas Costume Festival, Festival Seni, Festival Musik, dan kegiatan-kegiatan lain terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan lingkungan.

Di awal tahun ajaran, divisi kesiswaan membuat jadwal Assembly selama satu tahun berjalan. Setelah mendapat jadwal Assembly per kelas, guru dan siswa akan merancang jenis pertunjukan yang sesuai dengan pembelajaran di kelas, untuk kemudian dirumuskan dalam bentuk proposal. Proposal berisi latar belakang, tujuan, waktu kegiatan, jenis pertunjukan, perlengkapan pertunjukan, dilengkapi dengan lembar pengesahan. Guru dan siswa akan menjalankan proses persiapan setelah proposal disetujui oleh kepala sekolah.

Assembly yang diadakan setiap hari Jumat bertujuan untuk melatih percaya diri siswa, melatih kreativitas siswa, menggali potensi masing-masing siswa sekaligus sebagai salah satu wujud output pembelajaran siswa di masing-masing kelas. Bentuk pertunjukannya bervariasi, dari bernyanyi, menari, mencipta dan membaca puisi, drama, ataupun olahraga. Tingkat kesulitannya pun disesuaikan dengan level atau tingkatan kelasnya. Untuk tingkat KB-TK biasanya masih sebatas menyanyi dan menari bersama atau drama musikal sederhana. Untuk tingkat SD, siswa sudah mulai ditantang lebih untuk terlibat dalam pembuatan proposal kegiatan, media atau alat pertunjukan, pembuatan naskah drama, atau membuat karya puisi.

Salah satu tujuan utama dari kegiatan Assembly adalah untuk melatih dan memfasilitasi rasa percaya diri siswa. Bagi siswa yang cenderung pemalu, guru kelas akan melakukan pendekatan khusus agar muncul keberaniannya, tentunya dengan tidak memaksakan apa yang anak tidak bisa lakukan, melainkan menggali potensi siswa. Dengan memberikan kesempatan menunjukan hal yang siswa sukai dan kuasai, hal ini akan membangun mindset “saya bisa!” pada diri siswa.

Bagi siswa yang sudah terlihat bakat dan percaya dirinya, ia dapat diberi tantangan lebih untuk menjadi tokoh utama dalam pertunjukan yang akan ditampilkan. Siswa tersebut juga sekaligus dapat menjadi motivator bagi teman-temannya yang masih kurang percaya diri karena faktanya teman sebaya jauh lebih mudah untuk mempengaruhi daripada kita (guru dan orangtua).

Pada hakikatnya, setiap anak memiliki bakat atau keunggulan, tinggal selanjutnya bagaimana tugas orangtua dan guru untuk melakukan pendekatan yang optimal dan sesuai dengan yang dibutuhkan anak. Seiring dengan tumbuhnya bakat dan potensi, anak akan merasa lebih percaya diri. Memahami pentingnya menguasai kemampuan berkomunikasi dan rasa percaya diri, tentunya tidak hanya semata-mata menjadi tugas guru di sekolah. Orangtua juga perlu memperhatikan lima hal penting untuk membantu meningkatkan percaya diri anak, Ingat 5P:

  • Pujian

Semakin sering memuji anak, semakin mereka menjadi percaya diri. Hindari untuk terlalu sering menunjukkan keburukannya dan perbanyak memuji perilaku baiknya. Selalu katakan pada mereka, bahwa Ayah Bunda yakin mereka pasti bisa.

  • Penerimaan

Berusaha menerima anak Ayah Bunda apa adanya dan selalu menyampaikan kata-kata yang mendorong mereka untuk maju. Melihat anak lain tampil lebih “bersinar” daripada anak Ayah Bunda sendiri kadang-kadang bisa membuat Ayah Bunda jadi cenderung ingin menuntut anak lebih banyak. Padahal, tekanan yang terlalu besar malah akan membuat anak Ayah Bunda frustasi.

  • Penerimaan

Tempatkan diri Ayah Bunda pada posisi anak, (If we were them), Ayah Bunda pun dulu juga pernah seusia mereka, dan ingat kembali hal-hal yang bisa membuat Ayah Bunda menjadi kurang percaya diri, ingat kembali perasaan apa yang bisa membuat Ayah Bunda bisa demikian. Lalu, terapkan pada anak Ayah Bunda.

  • Positif

Segala hal yang positif akan membawa hasil yang positif pula. Jika Ayah Bunda memberi perhatian lewat senyuman tulus, selalu menatap matanya dengan semangat, dan menunjukkan rasa tertarik akan apa yang mereka lakukan itu membuatnya merasa aman dan nyaman, sehingga dengan sendirinya bisa berkreasi tanpa hambatan emosional apa pun.

  • Potensi

Pahami potensi anak Ayah Bunda karena pada dasarnya setiap anak berbeda, setiap anak itu hebat, setiap anak memiliki keunggulan. Tinggal tugas Ayah Bunda sebagai orangtua untuk belajar menggali potensi anak anda dengan pendekatan yang optimal, berikan anak stimulan-stimulan yang dapat memacu bakatnya seperti memberikan kesempatan anak mengikuti kursus, menyanyi, menggambar, menari, atau apapun yang anak inginkan. Serta jangan lupa berkonsultasi dengan para pakar untuk mendapat jawaban dan solusi dari apa yang Ayah Bunda inginkan.

 

Disadur dari buku Sekolah Menyenangkan hal. 62-66, Jakarta 2017, ~Fadhil Mas Ghufron

Tags: mengajar menyenangkan, sekolah asyik, sekolah keren, sekolah kreatif, sekolah menyenangkan Categories: joyful school
share TWEET PIN IT SHARE share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *