Sekolah (jangan jadi) Musuh Pemerintah!

August 22, 2019 84 0 0

Sekolah (jangan jadi) Musuh Pemerintah!

Sekolah sejatinya menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan cita-cita bangsa, salah satunya yang tertuang dalam UUD 1945 yaitu mencerdaskan anak bangsa. Sangat disayangkan temuan di lapangan, tidak semua sekolah sepenuhnya menjalankan perannya dalam mendukung pemerintah untuk mendidik anak dan menjalankan norma-norma serta aturan pemerintah dalam rangka menertibkan kehidupan berbangsa & bernegara.

Saya meyakini hanya segelintir sekolah yang menjadi musuh pemerintah, dan selebihnya adalah sekolah-sekolah yang dihuni oleh para pendidik yang berbudi pekerti yang tidak hanya menjadikan mengajar sebagai profesi semata. Akan tetapi amanah Tuhan yang Maha Esa sekaligus amanah Negara dalam mendidik anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Terima kasih sebanyak-banyaknya dan sedalam-dalamnya kepada para guru diseluruh penjuru negeri yang telah mengabdi sepenuh hati, berkarya dengan segenap jiwa untuk kemajuan bangsa melalui pendidikan terbaik yang diberikan kepada anak-anak di sekolah.

Lalu, sekolah yang seperti apa yang saya maksud dengan sekolah musuh pemerintah?

Ada dua temuan yang seringkali saya temukan di lapangan di beberapa sekolah di sekitaran Ibu kota bahkan, yaitu:

Pertama, Sekolah yang melakukan pembiaran terhadap pelanggaran lalu lintas dalam berkendara. Dalam aturan pemerintah sudah jelas, bahwa tidak diijinkan berkendara bagi yang belum memiliki surat izin mengendara (SIM), seperti yang tertera dalam UndangUndang Nomor 22 Tahun 2009 (kalau tidak salah) . Ada juga aturan terkait standar perlengkapan yang harus digunakan saat berkendara. Sayang sekali banyak sekolah yang melakukan pembiaran terhadap kasus tersebut, dan saya rasa teman-teman juga bisa dapat dengan mudah fenomena tersebut. Memang tidak mudah menjalankan aturan, dan pasti akan timbul kontroversi, tapi itulah tantangan kita sebagai pendidik untuk bisa mencari solusi terbaik. Dan kacaunya lagi, temuan ini tidak hanya pada siswa putih abu-abu, bahkan sudah tidak jarang ditemukan dijalan putih biru yang berkendara tanpa helm selap selip suka-suka.

Kedua, sekolah bebas asap rokok. Saya sendiri merasa senang sekali dengan semakin banyaknya gerakan-gerakan yang mendukung sekolah bebas asap rokok. Sayangnya masih ada aja sekolah yang tambeng. Melakukan pembiaran para pendidik untuk merokok di area sekolah menurut saya jelas musuh pemerintah. Kebijakan tentanglarangan rokok diarea sekolah juga sudah jelas tertuang di Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2015.

Saya menulis ini bukan berarti saya anti-pati apalagi benci orang dewasa yang merokok. Cuma setidaknya tau waktu dan tau tempatlah ya. Saya sendiri (dulu) adalah perokok, walau belum sampai tingkat candu. Dan Alhamdulillah, setelah berkali-kali mengajarkan anak didik saya untuk hidup sehat, malu sendiri juga jadinya. Akhirnya sejak kurang lebih empat tahun yang lalu saya berhenti sepenuhnya dari rokok. Doakan semoga istiqomah.

Teruntuk para guru, yuk saling mengingatkan, saling menguatkan untuk bisa lebih menciptakan lingkungan yang sehat yang baik di sekolah tempat kita mendidik.

Tags: hupron fadilah, Karakter, leadership Categories: education, sekolah menyenangkan
share TWEET PIN IT SHARE share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *