Seberapa Berpengaruh Budaya Berterima Kasih dan Menawarkan Bantuan Terhadap Produktifitas Kerja?

August 2, 2019 131 0 1

Dalam sebuah organisasi yang terdiri dari berbagai tipe individu-individu yang unik, perlu adanya penanganan khusus agar terjadi keharmonisan antar anggota organisasi.

Organisasi yang mempu menghadrikan keharmonisan akan berdampak pada semangat dan produktifitas kerja. Keharmonisan antar individu-individu akan memudahkan proses komunikasi kelompok yang akan memacu efektifitas proses kolaborasi. Terlebih berkarya di era saat ini sangat ditutut kemampuan kolaborasi, sat ini tidak lagi jamannya menang sendiri, capek sendiri. Sepakat ya?

Berdasarkan survei Gallup pada tahun 2014, yang saya kutip dari Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sadarilah, Betapa Penting Jalin Hubungan Baik dengan Rekan Kerja”,  sebanyak 70 persen karyawan – terlepas apapun jenis pekerjaan mereka, memiliki kepuasan kerja yang besar saat didorong oleh persahabatan yang hebat di tempat kerja. Mereka yang memiliki sahabat terbaik di tempat kerja ditemukan tujuh kali lebih mungkin terlibat dalam tugas dan proyek yang tepat. Persahabatan tersebut mendorong mereka untuk memenuhi potensi dan membawa hasil yang lebih baik kepada perusahaan. Nampaknya, ini disebabkan karena kita saling berbagi mentalitas dalam kebersamaan.

Menurut Dr. Michael Houseman, selaku Direktur Analytics, karyawan yang memiliki sahabat di tempat kerja cenderung lebih produktif. Selain itu, jika kita memiliki teman di tempat kerja, kita akan lebih mungkin untuk bertahan di pekerjaan itu. Alexander Kjerulf, seorang penulis dan motivator internasional juga berpendapat bahwa menyisihkan waktu untuk mengobrol bersama rekan kerja akan mendatangkan manfaat yang lebih.

Lalu apa yang bisa kita implementasikan dalam membangun tim yang harmonis dalam sebuah organisasai?. Teman-teman bisa dengan mudah mencari lterasi atau referensi tentang bagaimana membangun keharmonisan tim kerjabaik dari buku mauput artkel-artikel berbasis digital yang dapat dengan mudah teman-teman akses dengan satu kali klik. (Pastikan terhubung dengan internet ya…).  Sedikit berbagi dari pengalaman dan  proses yang sedang saya terapkan bersama tim fasilitator di Sekolah Alam Cikeas. Agar mengajar selalu menyenangkan, bekerja selalu bahagia,  ada beberapa tips sederhana yang kita coba konsistenkan setelah 3S (Senyum, Salam Sapa). Apa itu?

Pertama,  budaya berterima kasih.      Hal ini mungkin sangat terbiasa terdengar di telinga, atau mungkin kita sudah sangat  lancar mengucapkannya dengan lafal “Makasih cuy”, “Tengkyuyeee”, “Terima kasih Pak”, “Terima kasih Ibu”, “Thank you team” atau dengan gaya dan diksi lain. Nah, dari mulai membaisakan mengucapkan “Terima kasih” itu, selanjutnya untuk lebih memberikan makna pada ucapan kita, pilih diksi terbaik, diksi yang sesuai dengan hubungan kerja kita dengan orang yang ingin kita ucapi terimakasih. Kemudian tatap mata orang yang kita ucapi terima kasih dengan senyum yang tulus. Terus perbaiki niat sebelum dan saat mengucap terima kasih, InshaAllah akan lebih berdampak pada keharmonisan kerja. Karena sejatinya mengucap terima kasih adalah bagian dari reaksi kesyukuran kita terhadap nikmat yang Allah SWT telah berikan, sebagaimana dalam firmannya Allah tegaskan dalam Surat Ibrahim Ayat 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ  : Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna ‘ażābī lasyadīd

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Semoga kita semua termasuk sebagai hamba-hamba yang pandai bersyukur. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas kerendahan hati teman-teman telah sudi membaca tulisan ini, semoga jadi amal baik untuk kita semua.
Kedua,  budaya membantu sesama rekan kerja.  Satu dari enam faktor penting dalam menmbangun suasana kerja yang positif menurut   adalah  Miliki Inisiatif untuk Menolong. Menolong secara umum kita definisikan sebagai proses atau peristiwa membantu orang lain saat sedang mengalami kesulitan. Nah, konteks menolong yang coba saya terapkan di tim saya saat ini adalah lebih dari sekedar membantu menyelesaikan tugas. Membudayakan setiap anggota menwarkan bantuan bertujuan:

  1. Memacu setiap anggota menuntaskan tanggung jawab tepat waktu sebelum kemudian menawarkan bantuan kepada rekan.
  2. Membangun budaya kolaborasi antar-tim kerja.
  3. Menciptakan persaingan yang sehat dan membangun.
  4. Menciptakan suasana positif yang damai dan menyenangkan

Nah, teman-teman, sudah membantu temanmu belum hari ini?

 

InsyaAllah dengan membangun dua kebiasaan berterima kasih & menawarkan bantuan di lingkungan kerja secara konsisten, akan tercipta individu-individu yang bahagia dan produktif dalam bekerja serta lebih ringan dalam mencapai tujuan dan target bersama. Lebih dari sekedar itu, berterima kasih (bersyukur) dan membantu orang lain adalah perintahNYA, maka insyaAllah akan berbonus berlipat pahala dari Allah yang Maha Esa, Aamiin….

 

Salam,

Mas Fadhil

Tags: guru asyik, guru bahagia, joyful school trainer, mengajar menyenangkan, trainer for teacher, trainer guru, trainer sekolah menyenangkan Categories: pendidikan, personal development, sekolah menyenangkan, trainer guru
share TWEET PIN IT SHARE share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *