Manfaat Menulis Sejatinya Lebih dari Sekedar “Yang Penting Eksis”

February 20, 2019 88 0 0

Awal mula belajar dan tertarik menulis, saya sangat tertarik untuk menulis dan berbagi tentang aktifitas dan pengALAMan yang saya pelajari sejak empat belas tahun yang lalu hingga saat ini, yaitu mengajar. Dari mulai quotes, cerita motivasi, cerita-cerita sewaktu mengajar dan berinteraksi bersama murid-murid, baik itu di media sosial sampai akirnya kumpulan-kumpulan tulisan itu saya telurkan ke dalam beberapa buku pendidikan, seperti buku Sekolah Menyenangkan dan Transformational Teaching. Yang mau memiliki buknya, bisa langsung pesan di 0819-3299-0137 (Lina).

Dari tulisan-tulisan yang saya posting, semakin menguatkan brand yang menempel pada diri saya. Pembaca semakin mengenali saya sebagai seorang guru, seorang praktisi pendidikan, seorang trainer pendidikan. Tulisan-tulisan sederhana itu memang saya posting dengan unsur kesengajaan, selain untuk berbagi pengALAMAN, memang ada tujuan agar pembaca semakin meyakini bahwa saya adalah seorang praktisi pendidikan (yang demen sharing walau masih sedikit ilmunya). Dengan pembaca mengiyakan hal tersebut itu artinya tujuan saya menulis pada waktu itu telah tercapai, yaitu, menulis untuk ESKSIS.

Nah, makin kesisni makin kesini, eksistensi sudah ndak lagi terlalu jadi motivasi utama lagi untuk menulis. Menulis saat ini lebih seperti pengalihan. Ketika jumpa titik jenuh atu blankzone, bingung atau stak mau ngerjain apa, menulis mulai jadi salah satu pengalihan terasyik sejak saat itu. Seperti saat ini, saat saya menulis tulisan ini,  saat di situasi dimana saya dihadapkan dengan beberapa tugas pekerjaan yang sama-sama prioritas dengan tenggang waktu pengerjaan yang bersamaan, ditambah saya belum menuliskan #PriosListToDo jadi otak merasa overload.

Akhirnya, di tengah gempuran target pekerjaan besar itu,  saya justru memutuskan untuk sejenak melupakan kesemuanya itu, dan memulai menuliskan judul tulisan ini. tidak lebih dari tiga puluh menit, saya coba tuangkan ide, keyakinan, kumpulan informasi yang saya yakini ke dalam sebuah judul. Kemudian saya kembangkan dalam sebuah curhatan-curhatan saya pribadi dan tak lupa saya tambahkan sedikit visual yg menarik dari hasil menghayal dan berimajinasi.

Entah apa penyebab utamanya, dengan menuangkan ide-ide dan imajinasi itu ke dalam sebuah tulisan, pikiran jadi lebih tenang, beban-beban dan problematika jadi teruraikan. Menulis membuat emosi jadi terkikis, berpikir jadi lebih runut, rasa jadi makin peka,  jiwa jadi lebih bernyawa, waktu yang sempit jadi lebi terasa lega. Pokona mah menulis bisa membawa hati dan jiwa kita ke ruang refleksi dengan iringan musik degung bali dengan aroma terapi yang khas menghanyutkan hati jiwa dan perasaan kita ke dalam gelombang ketenangan dan kebahagiaan.

Linda Joy Myers mengungkapkan bahwa “Menulis adalah sebuah petualangan dari sesuatu yang telah kamu ketahui dan alami sebelumnya menuju relung-relung pikiran dan jiwa.”

Mari menulis, sedikit demi sedikit, di sela-sela waktu yang sedikit, InsyaAllah ndak cuma manfaat bagi pembaca, justru kita sendiri lagi yang jadi penikmat, pemanfaat pertama dan utama dari setiap tulisan jujur kita.

 

 

 

Tags: fadhil mas ghufron, hupron fadilah, joyful school trainer, leadership, motivator muda berdaya, pelatihan sekolah menyenangkan, sekolah alam cikeas Categories: education, guru abad 21, joyful school, motivator muda berdaya, pendidikan, personal development, sekolah menyenangkan, transformational teacher, transformational teaching
share TWEET PIN IT SHARE share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *