The Power of Thanking and Forgive

November 7, 2018 182 0 1

Kapan terahir kali Anda mengucapkan terima kasih dengan tulus?

Kalau sekedar mengucapkan “terimakasih” atau “makasih”  di lisan, mungkin hari ini Anda telah melakukannya lebihdari satu kali. Tapi apakah ucapan itu benar-benar mewakili perasaan Anda? Apakah ucapan terima kasih itu benar-benar mewakili segenap hati Anda?, Andalah yang tahu sendiri jawabannya.

Tidak jarang kata itu hanya wujud atau bentuk formalitas dalam percakapan sehari-hari kita. Tidak salah memang ketika ucapan itu kita gaungkan dalam keseharian kita,  justru memang dianjurkan oleh semua agama dan kalangan.

Pertanyaannya, Apakah Anda tidak ingin ucapan terima kasih yang Anda lakukan di keseharian Anda berdampak pada kebahagiaan Anda pribadi?, saya yakin kita semua menginginkan hal tersebut. Lalu apa yang harus kita modifikasi? Mulai sekarang,  mulailah mengawali  TERIMA KASIH itu dari hati Anda. Ucapan itu tidak hanya dimasudkan untuk menyenangkan lawan bicara, akan tetapi merupakan ketulusan dan kesungguhan Anda dalam mengapresiasi orang-orang di sekitar Anda, sehingga dapat memberi dampak pada kebahagiaan hati Anda. Anda telah embuktikan bahwa Anda adalah pribadi yang sungguh-sungguh pandai dan tulus berterima kasih.

 

Seperti yang  diungkap oleh Robert A. Emmons, pakar psikologi dari University of California yang menulis buku Thanks!: How the New Science of Gratitude Can Make You Happier. Dalam penelitiannya, ucapan terima kasih dapat mengikat orang dalam hubungan timbal balik yang saling menyenangkan. Ujungnya bahkan, menurut Emmons ucapan tersebut bisa membuat orang lebih sehat. Sebab, ucapan terima kasih memberi dampak kepuasan batin dan pikiran.Kutipan dari https://success.co.id/kekuatan-luar-biasa-dari-sebuah-ucapan-terima-kasih/

So mulai dari sekarang, jangan tunda sampai medapat kebaikan besar untuk berTERIMA KASIH. Libatkanlah segenap hati dan perasaan tulus Anda saat mengucapkannya, sehingga kebahagiaan akan hadir bagi semua.

Satu lagi kunci yang dapat menentramkan hidup dan bisa membuat Anda bahagia (ENJOY) sepanjang masa, yaitu FORGIVE, (memaafkan).  Memang kalau sekedar mengucapkan “Iya saya maafkan”, tidaklah sulit. Yang perlu kita latih secara konsisten adalah bagaimana caranya kita bisa betul-betul memaafkan kesalahan orang lain pada kita.

Memang saya sendiri masih terus mengingatkan dan melatih diri untuk tidak terlalu lama memendam emosi dan kebencian pada seseorang yang berbuat salah pada kita, apapun itu bentuknya.  Pertanyaannya, apa sih sebenarnya manfaat dari pertahanan yang kita buat dalam memaafkan kesalahan orang lain?

Yang seringkali membuat kita bertahan pada posisi enggan memaafkan adalah bisikan-bisiakan yang sebenarnya membesarkan KEPALA kita, tapi sebenarnya mengecilkan HATI kita. Bisikan yang sering muncul membisiki telinga kita adalah : “Hidup gw nggak bergantung pada dia”, “Siapa dia harus-harusnya gw yg minta maaf”, “Biarin, biar dia belajar dan tseharusnya dia yang minta maaf duluan” dan bisikan-bisikan sejenisnya yang sebenarnya bukan muncul dari hati kecil kita yang baik ini, bisikan itu bisa jadi muncul dari hasutan syaitan, atau kawan-kawan kita yang saat itu sedang tidak dekat dengan Tuhan.

So, guys, yuk terus belajar memaafkan, kalau sekiranya gengsi itu masih begitu besar, mulailah memaafkan dari hati kita, karena itu jauh lebih menenangkan. Kita doakan semoga saudara-saudara kita tidak lagi melakukan kesalalahan yang pernah mereka lakukan. Semakin kita menyimpan dendam dan mengingat-ingat kesalahan, semakin mengecillah hati kita. Sebaliknya, jika kita sudah semakin terlatih untuk memaafkan, maka dengan sendirinya akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan tumbuh karena tidak ada lag waktu untuk memikirkan kesalahan orang lain. Kita akan fokus menanam dan membangun kebaikan-kebaikan yang sudah pasti otomatis akan kita petik di waktu yang akan datang, karena itu bukan JANJI saya, apalah JANJI Joni, tapi JANJI TUHAN.

Salam,

Fadhil Mas Ghufron

(Lelaki yang masih belajar terima  kasih dan memaafkan)

Categories: joyful school
share TWEET PIN IT SHARE share
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *