Kenapa Sekolah Harus Menyenangkan?

September 13, 2018 551 0 1

 

Siswa lebih mudah menyerap pelajaran dalam kondisi senang” adalah salah satu prinsip yang harus kita yakini untuk menjalankan sekolah menyenangkan.  Kenapa?

Dalam aplikasi sehari-hari di kelas, seringkali kita menemukan  siswa yang tidak dapat memahami materi yang diajarkan oleh guru yang sebenarnya bukanlah kapasitas atau kompotensi siswa itu sendiri, melainkan motivasi atau minat belajar yang rendah. Rendahnya minat belajar muncul karena suasana yang tidak menyenangkan bagi diri siswa. Faktor itulah yang mengakibatkan otak siswa tidak dapat menyerap setiap materi yang disampaikan. Oleh karenanya, desain suasana pembelajaran yang menyenangkan adalah solusi untuk masalah tersebut.

Jika proses belajar diawali dengan kegiatan yang menyenangkan, di mana guru memastikan siswa dalam kondisi perasaan yang senang dan nyaman, siswa akan jauh lebih
menikmati proses belajar. Sudah pasti, hal tersebut akan berpengaruh pada optimalisasi hasil belajar siswa.

Ketika siswa rileks secara mental, maka seluruh badan juga rileks. Hal ini akan meningkatkan volume darah dan oksigen ke otak yang menyebabkan diri anak menjadi lebih peka dan perhatian. Kedua hal ini berkontribusi dalam belajar dan mengingat juga mampu menciptakan perasaan semangat dan atau bahagia dalam proses belajar. Ketika siswa dalam kondisi tidak senang maka otaknya tertutup dan menyebabkan apa yang disampaikan oleh guru tidak dapat masuk ke otak/memori siswa secara optimal.


Menurut Sahlberg, seorang praktisi pendidikan di Finlandia, kita dapat menarik tiga pelajaran dari keberhasilan sistem pendidikan di Finlandia. Pertama, reformasi sistem pendidikan dapat berhasil hanya jika hal itu menginspirasi semua yang terlibat (belajar berbasis partisipatif). Kedua, Finlandia memiliki guru-guru yang lebih terlatih dari negara lain. Yang membedakan adalah sistem pendidikan Finlandia fokus pada perbaikan pengetahuan profesional dan keterampilan para guru, sebagai pemimpin, dan sebagai bagian dari kelompok guru. Guru-guru di Finlandia belajar untuk bekerja sama dengan guru lain. Ketiga, contoh transformasi sistem pendidikan sukses di Finlandia dan pelajaran dari Kanada, Singapura, Jepang, dan Korea memperlihatkan tentang apa yang bisa menjadi penggerak dalam perubahan sistem pendidikan, yaitu kebijakan yang baik dan tingkat kesejahteraan warga. Kesimpulan yang dapat diambil dari poin pertama dan kedua adalah pembelajaran berbasis partisipatif dan komunikasi efektif antarguru. Kondisi tersebut mendorong guru untuk terus bersama belajar dan “memaksa” munculnya kreativitas guru sehingga tercipta suasana belajar yang menantang dan menyenangkan.

Dengan mengaplikasikan kegiatan sekolah menyenangkan, siswa Anda akan penuh semangat mengikuti kegiatan belajar sehingga mampu mencapai hasil belajar yang optimal. Seiring dengan proses tersebut, akan tergali potensi-potensi unggul siswa. Bayangkan, setiap harinya para siswa di sekolah Anda datang ke sekolah dengan penuh semangat. Mereka senang dan bersemangat belajar sehingga hari-hari Anda akan dipenuhi dengan kebahagiaan yang luar biasa melalui energi positif dari siswa dan seluruh warga sekolah. Pada akhirnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat yang nyaman untuk belajar bagi siswa namun juga menjadi rumah kedua bagi setiap warga sekolah, termasuk untuk diri Anda sendiri. Harapannya, selama bekerja nanti Anda tidak akan merasa sedang bekerja tetapi berada di rumah Anda sendiri. Anda pun dapat terus berkarya secara optimal dengan hati yang senang. Pada akhirnya, dari apa yang telah Anda desain dan jalankan, akan lahir potensi-potensi siswa. Mereka pun dapat meraih prestasi yang optimal dengan proses yang penuh kebahagiaan.

 

 

 

 

 

 

 

Dikutip dari buku Sekolah Menyenangkan, (Fadhil Mas Ghufron, Jakarta/2018)

Tags: fadhil mas ghufron, joyful school, joyful school trainer, pelatihan sekolah menyenangkan, sekolah menyenangkan Categories: joyful school, sekolah menyenangkan, sekolah terbaik, transformational teaching
share TWEET PIN IT SHARE share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *