Pentingnya Kolaborasi dalam Pembelajaran Zaman Sekarang

August 28, 2018 309 0 0

Student’s Self Survival

Secara Bahasa Student’s Self Survival dapat diartikan sebagai program “Ketahanan Diri Siswa”. Student’s Self Survival atau disingkat dengan 3S ini merupakan program yang berfokus pada pengaplikasian tanggung jawab pribadi (personal responsibility) siswa yang dilakukan setiap tahun pertama semester gasal SMA Sekolah Alam Cikeas.

Konteks  Ketahanan Diri

Ketahanan diri yang saya maksud disini bukan sekedar ekuatan fisik dalam bertahan di segala cuaca dan tantangan fisik yang dihadapi, akan tetapi ketahanan diri dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada di dalam dirinya, dalam lingkungan keluarganya, lingkungan pertemanannya, lingkungan masyarakat sekitarnya dan masalah-masalah yang pasti akan ditemui oleh setiap manusia. Dalam istilah psikologi ketahanan diri ini lebih dikenal dengan istilah Adversity Quotient yang ditemukan dan dikembangkan oleh Dr. Paul G. Stoltz

Menurut Stolzt (2000), defenisi AQ dapat dilihat dalam tiga bentuk yaitu :

  1. Adversity quotient (AQ) adalah suatu konsep kerangka kerja guna memahami dan meningkatkan semua segi dari kesuksesan.
  2. Adversity quotient (AQ) adalah suatu pengukuran tentang bagaimana seseorang berespon terhadap kesulitan
  3. Adversity quotient (AQ) merupakan alat yang didasarkan pada pengetahuan sains untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam berespon terhadap kesulitan.

Seperti apa kegiatan 3S yang dilakukan oleh siswa SMA Sekolah Alam Cikeas?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, program 3S ini dilaksanakan pada semester satu dan dilakukan dua sesi. Sesi pertama merupakan tantangan awal untuk para siswa baru untuk menggali ide dan mencari solusi dari tantangan yang diberikan oleh mentornya.

Kali ini siswa berkesempatan sekaligus ditantang untuk melakukan perjalanan ke sebuah desa di daerah Cianjur, Jawa Barat, tepatnya adalah di kampung Singabarong dengan tema “Merdeka Bersama Warga”yang dilakukan pada tanggal 17-19 Agustus 2018. Pada 3S sesi 1 ini siswa sudah mulai ditantang untuk menyiapkan perlengakapan kegiatan, menuju titik temu dengan waktu yang ditentukan, kordinasi langsung dengan warga, dan berkolaborasi dengan tim relawan yang tergabung dalam program tersebut.

Alhamdulillah tantangan awal ini dpat diselesaikan dengan penuh tanggungjawab dan antusiasme yang baik oleh setiap siswa, hal itu terlihat dari respon dan taggapan positif dari warga dan rekan relawan yang bekerjasama pada program tersebut. Semoga pengALAMan ini dapat menjadi pembelajaran yang mendalam bagi setiap anak, sehingga kelak selaludan lebih siap dalam beradaptasi dengan lingkungan dan masalah-masalah yang akan mereka temu di kemudian hari.

#collaborativelearning #joyfullearning #joyfulschool

Tags: fadhil mas ghufron, joyful school trainer, sekolah alam, sekolah alam cikeas, sekolah asyik, sekolah menyenangkan, trainer sekolah menyenangkan, transformational teacher, transformational teaching Categories: education, guru abad 21, joyful school, pendidikan, sekolah menyenangkan, transformational teacher, transformational teaching
share TWEET PIN IT SHARE share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *