Yang Berbeda di MPLS SMA Sekolah Alam Cikeas

July 31, 2018 239 0 0

Tahun ajaran baru 2018/2019 telah dimulai. Satu minggu yang lalu para siswa, guru bahkan orangtua semua disibukkan dengan momen awal tahun ajaran baru yaitu kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ketentuan MPLS untuk tahun ajaran ini masih mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 18 Tahun 2016

Secara umum pelaksanaan MPLS tahun ini sudah semakin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, hal ini terkait perhatian pemerintah terhadap peristiwa-peristiwa kurang baik yang terjadi pada kegiatan MPLS atau sebelumnya lebih dikenal dengan istilah MOS (Masa Orientasi Siswa) pada tahun-tahun sebelumnya.

Yang terlihat di tahun ini, pelaksanaan MPLS secara keseluruhan dipantau oleh pihak guru, sehingga tidak terjadi tindakan-tindakan yang cenderung otoriterisme senioritas. Seragam atau atribut aneh juga sudah tidak lagi terlihat pada MPLS tahun ini. Apresiasi setingg-tingginya untuk pemerintah yang terus dan semakin peduli terhadap implementasi pendidikan yang tepat di sekolah-sekolah di Indonesia.

 

Lantas apa yang berbeda di kegiatan MPLS SMA Sekolah Alam Cikeas.

Dari rentetan kegiatan MPLS SMA 2018/2019 yang berlangsung dari tanggal 17-20 Juli 2018, ada beberapa kegiatan yang dirancang khas khusus untuk calon siswa-siswi SMA Sekolah Alam Cikeas,di antaranya :

Pertama, Siaturahim Seraya Berjejaring

Pada hari pertama pelaksanaan MPLS, semua warga sekolah termasuk siswa-siswa SMA Sekolah Alam Cikeas melakukan kegiatan Halal Bil Halal atau silaturahim dengan sesama warga sekolah. Pada momen ini, anak-anak diberikan tantangan sekaligus kesempatan berjejaring dengan para leader dan decision maker yg ada di sekolah, diantaranya Direktur, Para Kepala Divisi dan Kepala Sekolah.

 

Setiap dari mereka mendapat kesempatan untuk memperkenalkan diri dan meminta akses komunikasi kepada minimal lima pemimpin di sekolah untuk kemudian menawarkan kolaborasi pada proyek-proyek yang anak mereka lakukan selama berada di SMA Sekolah Alam Cikeas.

 

Kedua, Berkenalan dengan Tokoh Masyarakat Sekitar

Di hari kedua, seletah pagi dan siang hari mengikuti rentetan kegiatan di lingkugan internal sekolah bersama para mentor, sore harinya siswa kembali mendapat tantangan dan kesempatan untuk menjumpai para leader (tokoh masyarakat) di sekitar sekolah. Mereka mendapat tantangan untuk mencari, menghampiri, bersilaturahim dan berkenalan dengan ketua RT yang berada terdekat dengan wilayah sekolah. Hal ini dilakukan untuk persiapan kolaborasi dengan masyarakat yang akan mereka lakukan di beberapa proyek mereka kedepan.

 

Ketiga, Komitmen Bersama Siswa dan Orangtua

Di hari terahir pelaksanaan MPLS, kami mengundang semua orangtua untuk hadir dan duduk bersama semua siswa untuk kemudian mendapat kesempatan secara bergiliran berbicara di depanputra-putrinya  terkait harapan mereka sebagai orangtua kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan ungkapan terimakasih dan komitmen siswa untuk berjuang di sekolah dengan optimal untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan agenda tersebut kami berharap terbangun sebuah pola pikir yang seragam pada setiap siswa bahwa : belajar tidak hanya pada saat bersama guru, tetapi mereka bisa belajar dan berkolaborasi dengan banyak orang untuk menunjang proses belajar dan pengembangan potensinya.

Tags: buku transformational teaching, fadhil mas ghufron, joyful school, joyful school trainer, sma sekolah alam cikeas, transformational teaching Categories: education, guru abad 21, joyful school, pendidikan, sekolah menyenangkan, transformational teacher, transformational teaching
share TWEET PIN IT SHARE share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *