Sekolah Masa Depan

November 1, 2017 194 0 0

potential2

Perubahan yang sangat cepat telah merambah dan mempengaruhi ke hampir semua lini kehidupan,  dan hal tersebut sangat memberi dampak terhadap pola belajar anak. Terkait dengan perubahan pola belajar, maka sangat diperlukan inovasi dan penyesuaian pola mengajar. Oleh karenanya peran guru  harus disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya belajar anak.

Peran guru yang sebelumnya berfokus menjadikan dirinya sebagai sumber imu pengetahuan, hal tersebut  sudah tergantikan dengan hadirnya tekhnologi dalam genggaman. Karena dengan perangkat tekhnologi, anak  bisa mengakses segala macam informasi, (termasuk ilmu pengetahuan yang sebelumnya hanya bisa didapat dari seorang guru).

Lantas masih perlukan seorang guru di sekolah?

Jelas dalam dunia pendidikan tetaplah kehadiran seorang guru menjadi salah satu kebutuhan  utama, sekaligus menjadi pembeda dengan yang lainnya. Akan tetapi yang harus dirubah adalah perannya. Peran guru yang sebelumnya hanya sebagai sumber pengetahuan, maka kini guru harus mampu memposisikan dan mengupgrade  dirinya sebagai fasilitator yang terus bisa memaksimalkan kualitas dan intensitas belajar anak, sekaligus mampu menjadi seorang mentor yang bisa menemukan dan memaksimalkan potensi anak dalam rangka mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan zaman, tidak hanya sekedar memindahkan isi buku ke otak anak.

Tak hanya itu, berdasarkan hasil  diskusi langsung dan kajian kuesiner yang kami lakukan dengan para orangtua, ada beberapa masalah-masalah yang masih dialamai   putra-putri mereka di usia remaja , diantaranya:

  1. Anak belum bisa bertanggungjawab terhadap tugas dan kewajibannya. Anak masih harus diperintah untuk belajar, untuk disiplin, beribadah dan lain sebagainya yang berkaitan dengan kewajiban pribadi.
  2. Anak cenderung mengikuti tren dan pergaulan  yang merusak seperti : vape, rokok, alkohol dan sejenisnya.
  3. Anak masih susah beradaptasi dengan masyarakat yang bukan komunitasnya
  4. Anak belum memiliki “thirst of learning”. Anak hanya belajar disaat diinstruksikan.
  5. Anak masih belum bisa menentukan pilihan terkait kelanjutan pendidikan atau kegiatan lain  setelah lulus SMA.
  6. Anak belum terlihat keunggulannya dan terlihat sama rata dengan yang lainnya akibat proses dan cara belajar yang menyamaratakan semua anaknya.

 

Masalah-masalah itulah yang kemudian menjadi salah satu pengaya  bagi kami dalam mengembangkan  kurikulum SMA Sekolah Alam Cikeas, agar apa yang diterapkan nantinya betul-betul dapat menjadi solusi bagi masalah-masalah anak sebagaimana visi Sekolah Alam Cikeas, yakni “Mencetak Generasi Pemimpin” sekaligus mendukung program pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul yang siap menghadapi persaingan global dengan penanaman karakter mulia.

Kurikulum Sekolah Alam sudah ada sejak 1997, kemudian secara bertahap tim SAC  mengembangkan dan mematangkan konsep melalui kajian kurikulum nasional dan kajian (masalah & tantagan) internasional.  Kemudian  secara bertahap melaksanakan program kurikulum dan konsep Sekolah Alam Cikeas mulai tahun 2006 dengan memulainya dari level KB, TK & SD, kemudian ditahun 2013 membuka level  SMP dan di tahun 2017 membuka level SMA.  5 pilar menjadi benang merah kurikulum di Sekolah Alam Cikeas dari Playgroup hingga SMA adalah :   (Akhlak Mulia, Logika Ilmiah, Leadership, Wirausaha dan Kebangsaan ) yang diintegrasikan pada   dalam setiap kegiatan. Pilah keempat Wirausaha dikembangkan dalam kurikulum SMA dengan Kurikulum Pengembangan Potensi Siswa (Student’s Potential Development).

potential

Untuk  mengotimalkan tiap-tiap potensi siswa, pada setiap semester anak akan melakukan sebuah  proyek yang dilakukan secara berkelanjutan dari semester I hingga  semester VI dengan mengoptimalkan kemampuan individu dan berkelompok, yang tergambar dalam tabel di bawah:

Semester Program Keterangan
I Student’s Self Survival

 

Sebuah integrasi pembelajaran melalui pendekatan media alam yang memfasilitasi aktifitas kepemimpinan dan kerja tim siswa dengan target ketahanan fisik dan mental dalam upaya pembentukan kemandrian siswa
II Showciety

 

Proses observasi sebuah masalah yang ada di sekelompok masyarakat, untuk kemudian dicari  solusi melalui pendekatan riset dan diskusi serta mencoba menjadi bagian dari solusi sesuai dengan potensi diri.
II Leading Community

 

Siswa bergabung dan membuat sebuah komunitas yang sesuai dengan potensinya, untuk kemudian ditantang untuk membuat dan melaksanakan kegiatan yang testruktur dari mulai perencanaa, pelaksanaan sampai proses evaluasi.
IV Students Project Exhibition (SPEx)

 

Siswa akan mendapat kesempatanuntuk membuat sebuah eksibisi sesuai dengan bakat dan karyanya
V Business Challenge

 

Siswa akan mendapat tantangan untuk menjalankan sebuah bisnis atau kegiatan yang sesua dengan potensinya.
VI SMASAC_TALK Siswa akan mempresentasikan masterpiece (hasil karya) di atas panggung sebagai proses yudisium akhir di SMA Sekolah Alam Cikeas

 

Untuk optimalisasi capaian belajar, anak tidak hanya belajar bersama seorang guru pelajaran saja selama tiga tahun, akan tetapi selain didampingi oleh guru pelajaran, atau kami gunakan istilah Tutor dengan spesifikasi keilmuannya, anak juga akan memiliki satu Mentor/Guru Pamong yang akan menemaninya selama tiga tahun yang berperan sebagai “teman tumbuh teman belajar” sekaligus menjadi orangtua di sekolah. Tak hanya itu,  anak juga berkesempatan belajar langsung dengan Profesional / Expert yang telah bekerjasama dengan SMA Sekolah Alam Cikeas untuk berbagi pengALAMan dan inspirasi kepada anak-anak tentang tantangan hidup sesungguhnya dan strategi untuk menjadi pemenang di tiap-tiap profesinya. Dan yang tidak kalah penting  adalah peran Orangtua yang optimal dan proporsional pastinya. Melalui komunikasi dan kolaborasi yang optimal, Orangtua akan menjadi bagian terpenting dalam menentukan target pencapaian belajar anak, yang akan bermuara pada optimalnya potensi anak.

John Maxwell mengatakan, kalau saja manusia bisa membangunkan 25 persen dari potensi yang dimilikinya, dia sudah bisa disebut jenius.

Albert Einstein pernah mengatakan juga, bahwa semua orang yang dilahirkan di muka bumi ini pada dasarnya genius, Masalahnya, mereka selalu diukur kecerdasannya berdasarkan hal-hal yang tidak mereka miliki, bukan atas apa yang merek miliki.

Melalui pendekatan Student’s Potential Development, kami meyakini SMA Sekolah Alam Cikeas akan  mampu mencetak lulusan yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman serta lulusan yang mumpuni di tiap-tiap bidangnya.

SMASAC_TEAM

Tags: fadhil mas ghufron, hupron fadilah, joyful school trainer, sekolah alam cikeas Categories: education, joyful school, pendidikan, sekolah menyenangkan, sekolah terbaik
share TWEET PIN IT SHARE share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *