Disiplin Penggunaan Gadget untuk Anak

August 21, 2017 176 0 0

Di era digital ini, gadget bagi anak-anak sudah bukan  menjadi hal yang asing lagi. Gadget bahkan sudah menjadi bagian dari hidup mereka, karena sejak pertama kali mereka lahir di dunia,  mereka sudah ditemani oleh gadget / smartphone di samping tempat tidur mereka. Oleh karenanya kita sebagai orangtua atau guru bagi anak-anak tidak lagi mungkin menutup akses itu dari mereka.

Lantas apa yang bisa dan harus kita lakukan sebagai orangtua? Yaps, pastinya kita harus siap untuk menyiapkan anak-anak kita untuk dapat menerapkan disiplin penggunaan gadget, sebelum kita menyerahkan gadget ke tangan mereka. Karena yang banyak terjadi di masyarakat kita, para orangtua begitu mudah memfasilitasi anak dengan gadget tanpa menyiapkan sebelumnya  peraturan atau disiplin dalam penggunaan.

Jadi pesan buat para orangtua, Anda tidak perlu mengajari anak Anda untuk menggunakan gadget, karena mereka akan sangat dengan mudah berselancar dengan gadgetnya, tapi  yang perlu Anda siapkan adalah justru kemampuan Anda sendiri dalam mendisiplinkan anak dalam penggunaan gadget.

Nah sekarang saya akan berbagi terkait apa yang saya lakukan di sekolah dalam rangka menyesuaikan pendidikan dan kebutuhan anak di era digital ini. Gadget sebaga tools untuk mendapatkan informasi yang sangat lengkap dan cepat merupakan salah satu edia yang kami gunakan untuk mendukung proses belajar anak di sekolah.

Sejak awal berdiri, Sekolah Alam Cikeas tidak mengijinkan siswa kami membawa gadget, atau alat elektronik lainnya, atau bahkan  sekedar mainan apapun dari rumah, dari level Kelompok Bermain hingga level SD. Tidak dapat dipungkiri, gadget memiliki banyak manfaat bagi penggunanya, namun kami merasa jauh lebih penting jika anak-anak kami bebas bermain dan berekplorasi tanpa gadget pribadi di sekolah.

Ada banyak pertimbangan mengapa dari awal berdiri sampai saat ini kami tetap melarang siswa kami membawa gadget dan mainan pribadi dari rumah, diantaranya:

  1. Sekolah masih bisa menyediakan mainan-mainan yang lebih edukatif.
  2. Siswa kami memiliki latar belakang ekonomi keluarga yang berbeda-beda, (dari mulai keluarga yang kurang mampu hingga sangat mampu secara finansial). Kami ingin mereka bisa belajar dengan fasilitas yang sama.
  3. Kami ingin mengajarkan tanggung jawab pada siswa. Mereka harus menjaga alat tulis dan barang-barang yang disediakan oleh sekolah. Bayangkan jika mereka diijinkan membawa dari rumah, mungkin saja ada siswa kami yang mampu membeli satu lusin pulpen dengan sehari uang jajannya.
  4. Kami ingin si kaya belajar menghargai dan toleransi.
  5. Kami ingin siswa yang kurang mampu tidak minder dengan siswa lainnya, karena setiap siswa mendapat fasilitas dan hak yang sama, (termasuk gadget/ computer/tab)

Kenapa siswa tidak boleh membawa gadget  ke sekolah?

  1. Kami ingin memperlakukan siswa kami dengan adil.
  2. Kami masih bisa menyediakan komputer dan teknologi audiovisual di sekolah.
  3. Kami ingin siswa kami bermain bersama pada saat waktu istirahat.
  4. Kami ingin siswa kami tidak terpengaruh kekerasan yang ada di games gadget.
  5. Kami tidak ingin siswa kami terpengaruh pornografi karena gadget.
  6. Kami ingin siswa tetap fokus belajar dan berkegiatan pada saat di sekolah.

Sudah banyak kasus yang terjadi di lingkungan sekolah yang disebabkan oleh penggunaan  gadget dengan kontrol yang lemah. Jika anda ragu dengan tulisan saya, silahkan buktikan sendiri di mesin pencari Google: ketik keyword “akibat penggunaan gadget di sekolah” dan anda akan menemukan kasus-kasus negatif seputar anak. Jadi, sampai saat ini kami masih berkomitmen untuk tidak memperbolehkan siswa membawa gadget pribadi ke sekolah.

Pada hahikatnya, gadget atau segala jenis perangkat teknologi yang lain memiliki banyak manfaat bagi penggunaanya, namun yang terpenting adalah kesiapan untuk disiplin dalam penggunaan dan kemampuan mengotrol diri,  terlebih bagi pengguna anak-anak.

 

Cikeas, 21 Agustus 2017

 

Tags: pelatihan sekolah menyenangkan, sekolah alam, sekolah asyik, sekolah kreatif, sekolah menyenangkan Categories: education, joyful school, sekolah menyenangkan, sekolah terbaik
share TWEET PIN IT SHARE share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *