Jangan renggut hak anak bersama keluarga dengan PR!

August 9, 2017 396 0 0

Assalamualaikum Wr.Wb.

Selam sejahtera untuk semua Ayah Bunda dan tentunya sahabat seprofesi saya para pendidik “Guru Hebat Guru Pembelajar”.

Kali ini saya akan sedikit sharing tentang satu topik yang sudah sering dibahas dalam dunia pendidikan dan cukup kontroversial yaitu pekerjaan rumah (PR). Seberapa penting itu PR, seberapa besar dampak positif PR dan sebaliknya, adakah dampak negatif dengan memberikan PR untuk anak? Sangat mungkin masing-masing dari kita, masing-masing dari Ayah Bunda dan para guru sekalian memiliki jawaban yang berbeda-beda. Oleh karenanya, saya tidak akan terlalu dalam membahas tentang PR itu sendiri tapi apa yang telah saya dan teman-teman saya lakukan di Sekolah Alam Cikeas (wwwsacikeas.com) untuk menyiasati pentingnya mensingkronkan aktifitas anak di sekolah dan di rumah dengan tanpa mengandalkan istilah PR.

Nah, apa sih yang kami jalankan di sekolah terkait hal tersebt?, yaps, kami membuat terobosan program yang kami sebut dengan Work With Parents (WWP). Mungin sebagian Ayah Bunda dan teman-teman guru mendengarnya, atau mungkin belum pernah sebelumnya. Nah apa itu WWP?,  Apa tujuan dari WWP?, Apa manfaat dari WWP?, dan bagaimana cara menjalankan program WWP?, berikut ulasan singkatnya buat teman-teman sekalian.

                                          WORK WITH PARENTS (WWP)

Orangtua adalah bagian terpenting dalam mencapai sebuah target pendidikan. Seperti terlihat pada skema di atas, bahwa selain sekolah dan lingkungan ada faktor utama yang sangat ampuh dalam mendukung dan mempengaruhi perkembangan siswa. Oleh karena itu, WWP (Work With Parents)  merupakan salah satu program wajib di sekolah dalam mewujudkan tercapainya target pendidikan.

WWP adalah sebuah kegiatan pembelajaran yang melibatkan orangtua dan siswa terkait dengan target pembelajaran tertentu yang ditetapkan oleh pihak sekolah. WWP bertujuan untuk menyamakan persepsi atau pola pikir dan tingkah laku antara yang diterapkan sekolah dengan di rumah.

Contoh WWP yang telah dilakukan yaitu, sekolah menargetkan siswa untuk dapat memilah sampah organik, anorganik, dan wet (sampah basah). Maka, selain menerapkannya di sekolah orangtua juga harus membantu mengimplementasikannya di rumah, yakni diawali dengan membuat tiga tempat sampah dengan label organik, anorganik dan wet, serta menjalankannya di rumah dengan telaten dan konsisten. Dengan demikian, siswa akan lebih terbiasa dengan hal tersebut serta terbentuk pribadi yang peduli terhadap sampah yang ada di sekitarnya.

Selain itu tahun lalu pada saat anak belajar tetang pentingnya menjaga lingkungan, dengan cara menanam dan merawat tanaman, bertepatan pula dengan peringatan Hari Menanam Pohon, para guru membuat program WWP dengan tujuan mengajak orangtua untuk bekerjasama   anaknya dengan membuat poster  menanam pohon, dan hasinya Alhamduliah, para Ayah Bunda dapat bekerjasama dengana baik serta dapat memberikan kegiatan pilihan yang cukup menarik dan mendidik selama mengerjakan project WWP tersebut.

Langkah-langkah pelaksanaan program WWP:

  1. Pihak sekolah atau guru menentukan tema project WWP yang akan dilakukan dan menentukan waktu.
  2. Pihak sekolah mensosialisasikan kepada orangtua pada saat awal tahun ajaran.
  3. Pihak sekolah mengirim surat edaran yang berisi tentang tema dan teknis pelaksanaan WWP.
  4. Siswa dan orangtua melaksanakan program WWP.
  5. Siswa dan orangtua membuat laporan hasil WWP.
  6. Guru melakukan penilaian/evaluasi dan tindak lanjut program WWP.
  7. Guru memberikan penghargaan/apresiasi kepada hasil karya WWP terbaik.

Manfaat kegiatan WWP:

  1. Orangtua lebih berperan dalam mencapai target pembelajaran.
  2. Terjadi komunikasi yang positif antara guru dan orangtua.
  3. Siswa lebih dekat dan terbuka dengan orangtua.
  4. Siswa dapat lebih memahami apa yang dipelajari.
  5. Guru dapat mengenal lebih dekat peran tiap-tiap orangtua.
  6. Pencapaan target pembelajaran lebih optimal.

Sementara sekian dulu sharing saya , selamat mencoba dan teruslah belajar!

Guru Hebat Guru Pembelajar.

Tags: joyful school, pelatihan sekolah menyenangkan, sekolah alam, sekolah menyenangkan Categories: education, joyful school, sekolah menyenangkan, sekolah terbaik
share TWEET PIN IT SHARE share
Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *